KUNJUNGAN UJI PETIK PROSES AKREDITASI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI (BAN-PT) DAN LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI (LAM)

Latar Belakang

            Tugas dan wewenang Majelis Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

(MA  BAN-PT) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 13 huruf g dan j Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 32 tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi adalah memantau, mengevaluasi dan mengawasi kinerja LAM, serta memantau, mengevaluasi, dan mengawasi kinerja Dewan Eksekutif.

Dalam rangka melaksanakan amanah tersebut, MA BAN-PT melakukan uji petik sebagai bagian dari upaya penyusunan Pedoman Evaluasi Kinerja Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (DE BAN-PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Uji petik dapat dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan asesmen lapang atau dengan kunjungan tersendiri ke Perguruan Tinggi.

  

Dasar Hukum

            Pelaksanaan PEPK  DE  BAN-PT dan LAM berlandaskan pada Permenristekdikti No.32 Tahun 2016 dan Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kelola BAN-PT, yaitu :

  1. Permenristekdikti Nomor 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi Pasal 13 huruf g, j dan k
  2. Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kelola BAN-PT Pasal 8 ayat (1) huruf g, j dan k, serta ayat (2) huruf g angka 4 dan huruf i angka 1.

 

Tujuan

            Kegiatan uji petik bertujuan :

  1. Mengetahui pelaksanaan proses akreditasi
  2. Mencari indikator kunci yang bisa ditetapkan untuk proses akreditasi program studi atau Perguruan Tinggi dengan mendapatkan informasi dari responden (objek).

 

Materi dan Metode Uji Petik

            Materi uji petik untuk proses akreditasi disajikan dalam Instrumen Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan BAN-PT yang mencakup lima aspek sebagai berikut :

  • Tangible (berwujud)
  • Empathy (empati)
  • Reliability (keandalan)
  • Responsiveness (ketanggapan)
  • Assurance (keterjaminan)

Selain itu juga dilakukan wawancara terstruktur terhadap dan diskusi dengan pemangku kepentingan.

  

Pelaksana

            Uji petik dilaksanakan oleh MA dan pendamping dari secretariat BAN-PT. Pendamping bertugas merekam semua pelaksana secara tertulis melalui notulen (minute of meeting) yang nantinya akan menjadi bahan pendukung laporan yang dibuat anggota MA  BAN-PT.

 

Sampel

            Sampel yang dimaksud adalah Perguruan Tinggi atau Program Studi sasaran lokasi uji petik, ditentukan secara random sampling berdasarkan jenjang, bentuk dan keterwakilan wilayah geografis sampel serta peringkat terakreditasi dari program studi dan Perguruan Tinggi yang menjadi objek.

Responden diharapkan minimal terdiri atas unsure-unsur berikut :

No. Unsur Responden Jumlah

Responden

1. Pimpinan Perguruan Tinggi / Fakultas 2
2. Koordinator Program Studi 5
3. Pengelola Penjaminan Mutu 3
  TOTAL 10

 

Share! Ke Media Sosial Anda...!